Showing posts with label TWK. Show all posts
Showing posts with label TWK. Show all posts

Peran lingkungan keluarga dalam penanaman nilai pancasila

 Keluarga adalah zona pembelajaran pertama yang diteriama seorang individu. Peran keluarga sangat penting.  Apa yang biasanya diajarkan atau  pembiasaan yang diberikan oleh orang tua baik itu orang tua biologis  maupun orangtua sosiologis kepada anaknya berdampak besar bagi anak tersebut. 


Pembiasaan yang diberikan Orangtua di ENAM TAHUN pertama menentukan 80% karakter seseorang.

teori mengatakan bahwa pada 6 tahun pertama kalau kita memiliki anak itu merupakan Golden aged. Bagaimana membiasakan Pancasila membiasakan Ideologi dan nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila pada masa tersebut dapat menjadi modal utama dalam menanamkan nilai-nilai pancasila. 


Melalui membiasakan nilai-nilai Pancasila itu akan menentukan karakter seseorang di masa yang akan datang. apa yang dicita-citakan oleh kita melalui abstraksi pancasila itu bukan Dunia Fantasi tapi betul-betul berdasarkan fakta sejarah.


Ideologi Pancasila dalam keluarga

sebelum Pancasila ada banyak ideologi yang mencoba untuk merongrong bangsa Indonesia dan ideologi Pancasila adalah ideologi yang paling tepat untuk bisa menyatukan bangsa Indonesia. Dikatakan bahwa sebetulnya fungsi Ideologi itu untuk menambal luka.


kita melihat bagaimana sebetulnya di Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau terdiri dari beberapa agama dan seterusnya dan seterusnya itu kemudian Pancasila hadir untuk menyatukan Indonesia.


untuk kepentingan kita bersama, maka diupayakan bagaimana dalam keluarga nilai-nilai Pancasila itu bisa living bisa hidup bisa terus hidup. sehingga melalui zona kecil dan mendasar pada keluarga pancasila bisa terus ada dalam kehidupan sehari-hari. Itulah mengapa pendidikan pancasila dalam keluarga menjadi sangat penting. 


KARAKTER KELUARGA DALAM MENEGUHKAN IDEOLOGI

Pendidikan pancasila dalam lingkungan keluarga bukan semata-mata panda kontennya, bukan pada isi semata tentang Pancasila Tetapi bagaimana orang tua mengajarkannya. Karena itu bagaimana metode, Bagaimana strategi itu menjadi penting untuk orang tua ketahui. 


jadi persoalan sekarang adalah bagaimana mengajarkan Pancasila terhadap anak anak milenial nanti. Saat anak itu telah memasuki usia dewasa akan sulit mendalami menginternalisasi Pancasila. maka peran keluarga itu menjadi peran utama dan pertama dalam menentukan Pancasila dan dimulai sejak dini. 


Penguatan dan internalisasi Nilai

internalisasi nilai-nilai Pancasila kepada anak kita merupakan langkah utama untuk menghidupkan pancasila pada skala nasional. itu karena keluarga kita dirumah adalah bagian dari keluarga besar se-Indonesia.


Interpersonal Skills

kemudian yang selanjutnya adalah bagaimana sebetulnya karakter keluarga itu. kita sebagai keluarga harus memiliki interpersonal skill sebagai ayah sebagai ibu memberikan agar mampu memberikan kecerdasan, karena anak itu tidak hanya semata-mata kecerdasan emosional dan juga kecerdasan spiritual. kecerdasan-kecerdasan untuk berempati itu bagian dari kecerdasan spiritual  


Pancasila ini ini memang harus ada terutama pada anak-anak zaman sekarang. ideologi pancasila ini sebetulnya bisa menyelesaikan masalah masalah problem realitas kita dengan cara dengan memberikan kecerdasan emosional dan spiritual. masyarakat kita adalah masyrakat multikultural yang mempunyai beragam identitas dan kepentingan. bagaimana agar ringan itu dibicarakan secara bersama-sama Saya kira tidak ada dominasi dominasi ini. kita sekarang sudah Bukan saatnya lagi untuk memiliki pandangan seperti itu.



sebuah keluarga itu harus penuh dengan cinta. anak-anak kalau kita orang tuanya memberikan rasa cinta, memberikan cinta yang tulus kepada anak-anak kita maka anak-anak akan bersikap penuh cinta. jadi contoh-contoh positif dan negatif itu biasanya memang datang dari keluarga. 


ideologi hadir untuk menguatkan namanya mayoritas dan seterusnya tetapi bahwa sebetulnya hal-hal yang seperti itu kita turunkan menjadi hal yang untuk kepentingan kita  bersama maka saya meminjam teori pilar pendidikan dari UNESCO sebagai ideologi pancasila ini harus mengalami Apa yang disebut dengan 5 pilar dari UNESCO yaitu :

•Learning TO KNOW

•Learning TO DO

•Learning TO BE

•Learning TO LIVE TOGETHER

•Learning TO TRANSFORM ONESELF AND SOCIETY


Konflik Multidimensi Pengertian, Penyebab, Solusi dan contohnya


Kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara yang fundamentalnya adalah hubungan antara manusia tak terlepas dari berbagai konflik. Jika ditinjau dari ukuran konflik tersebut dapat ditarik kedalam dua jenis yaitu konflik onedimensi dan multidimensi.  Artikel ini hendak menjelaskan mengenai konflik multidimensi.

 


    Pengertian Konflik Multidimensi

    Kajian definisi dasar menyebutkat  bahwa yang dimaksud dengan konflik multidimensi menurut winardi dalam buku Pengantar sosiologi konflik adalah konflik yang bersifat tumpang tindih antara dimensi horizontal dan vertikal. Konflik semacam ini merupakan bentuk konflik gabungan, dimana konflik ini terjadi antar pihak setingkat/selevel juga dengan pihak yang levelnya lebih tinggi.

    Dalam konteks yang lebih luas Istilah konflik atau permasalah multidimensi muncul ketika sebuah masalah tidak hanya berdampak pada satu sektor kehidupan saja tetapi melibatkan dua, tiga atau bahkan seluru sektor kehidupan. Berbeda dengan konflik onedimension yang tidak terlepas dari ruang konflik, konflik multidimensi bisa menyebar dan jika tidak segera dikendalikan bisa menganggu keseluruhan aktivitas masyarakat bahkan menghambat perkembangan suatu bangsa dan negara.



    Contoh Konflik multidimensi

    1.     Pertikaian antar anggota keluarga yang turu melibatkan orang tua

    2.     Sengketa kepemilikan

    3.     Konfili antar suku

    4.     Konflik antar negara

    5.     Tauran

    6.     Terorisme

    7.     Monopoli ekonomi


    Penyebab konflik multidimensi

    Perkara multidimensi sering kali terjadi dari hal dasar yang tidak teratasi dengan benar. Dalam masyrakat misalnya, konflik multidimensi sering kali merupakan konflik laten yang timbul dari perbedaan sosial yang merupakan suatu keniscayaan karena berhubungan dengan kemajemukan (sosial, agama dan ras).  Secara lebih mendetail berikut beberapa penyebab terjadinya konflik antar dimensi :

    1.     Pebedaan Kepentingan

    Konflik multidimensi sering kali berakar dari adanya perbedaan kepentingan yang berbenturan baik secara individu dengan individu, individu dengan kelompk atapun kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Perbedaan kepentingan yang tidak disertai dengan etika kekeluargan bisa menjadi sebuah konflik mutidimensi yang mengaggau kehidupan bermasyarakat.

    2.     Pebedaan Kebudayaan

    Budaya dan ras seseorang tanpa disandarkan pada kesadaran berbangsa dapat menjadi sumber konflik. Ketidak sesuaian atau pertentangan antar budaya muncul dari sifat chauvinisme yang terlalu mengagung agungkan budayanya dan merendahkan budaya lain.

    3.     Perbedaan kayakinan

    Seperti ideologi dan keyakinan beragama. Fanatisme beragama tanpa disertai pemahaman yang tepat dapat menyebabkan berbagai konflik berbagai dimensi.

    4.     Perubahan sosial

    Perubahan sosial pada kelompok yang belum siap dengan perbahan dapa mengubah nilai-nilai yang adalah dalam masyrakat tersebut.


     

    Upaya penanganan konflik multidimensi

    Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan memanajemen konflik multidimensi secara efektif, sebagai berikut :

    1.     Toleransi melalui musyawarah

    Musyawarah dengan berlandasarkan toleransi dapat berfungsi sebagai tindakan pencegahan konflik dan juga penanganan. Seperti di negara indonesia toleransi adalah bagian dari penerapan ideologi pancasila yang di terapkan dalam berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

    2.     Mediasi

    Mediasi untuk penangan konflik memerlukan pihak penengah yang disebut mediator. Keberadaan dan wibawa mediator adalah faktor yang sangat penting untuk menjamin hasil mediasi yang maksimal. Pada proses mediator bertindak sebatas penengah

    3.     Koersi

    Metode ini banyak diterapkan pada negara dengan sistem pemerintahan totalitarian. Konflik yang terjadi diselesaikan oleh pihak yang berkuasa dengan keputusan yang meningatkan dan tegas. 

    Latar belakang alasan Mahkama konstitusi dibentuk



    Latar belakang alasan mengapa Mahkama konstitusi dibentuk erat kaitannya dengan penyempurnaan sistem hukum dan ketatanegaraan indonesi. Lebih sepesifiknya MK adalah perwujudan balancing dari perubahan ketatanegaraan indonesia pasca dilakukannya amandemen UUD tanggal 1-9 November 2001. Pada amandemen tersebut beberapa pasal UUD mengalami perubahan dan penambahan. Perubahan yang paling berdampak adalah pada pasal 1 ayat 2 yang semula berbunyi :

    “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”

    Diubah menjadi :

    “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”

    Poinnya adalah terjadi pergeseran kekuasaan lembaga dari supremasi lembaga (MPR) ke supremasi konstitusi. Setelah perubahan UUD tersebut sampai sekarang MPR setara dengan Lembaga negara lainnya seperti DPR, Preseden, MA dan sebagaianya. Karenan perlu ada lembag khusus untuk menjadi guard dari supremasi UUD yaitu Mahkama Konstitusi.


    Berikut beberapa alasan lain dibalik dibentuknya Mahkama Konstitusi :

    1. Bagian dari pada penerapan hukum dan ketatanegaraan Modern yang memisahkan lembaga judikal review (penguji peraturan terhadap peraturan yang lebih tinggi ) dari lembaga yudikatif.
    2. Merupakan penyempurnaan sistem check and balance. Dalam hal ini menyeimbangkan kekuasaan antara lembaga yang dipilih langsung oleh rakya (DPR dan Presiden ) dengan lembaga yudikatif. Kewenangan membentuk Undang-undang pada pihak DPR dan Presinden perlu diimbangin dengan membentuk badan uji undang-undang.
    3. Sebuah follow back dari perubahan stuktur lembaga negara. Dalam hal ini menanggapi hasil amandemen yang menetapkan MPR dari lembaga tertinggi menjadi lembaga yang setara dengan lembaga lainnya. Untuk itu perlu lembaga yang menjalankan supremasi konstitusi untuk menjadi penegah jika terjadi sengketa kekuasaan.
    4. Jaminan kedaulatan rakyat dengan memastikan setiap lapisan masyarat mendapatkan haknya sesuai dengan uu.
    5. Menghindari penyalah gunaan undang-undang oleh lembaga yang diberikan mandat untuk mengubah dan menetapkan undang-undang

    Tokoh-tokoh Perjanian Lingarjati, Renville, Roem-royen dan Meja bundar

    Tokoh-tokoh Perjanian Lingarjati, Renville, Roem-royen dan Meja bundar dari perwakilan indonesian dan belanda.

    Tokoh Perjanjian LinggarJati

    Perwakilan Indonesia

    1. Sultan Syahrir

    2. A. K Gani

    3. Susanto Tirtoprojo

    4. Muh. Roem

    Perwakilan belanda Belanda

    1. Schermerhorn

    2. Max von Pol

    3. Van Mook

    4. F de bear

    Inggris

    1. Lord killearn


    Tokoh Perjanjian Perjanjian Renville

    1. Delegasi Indonesia di wakili oleh Amir Syarifudin (ketua), Ali Sastroamijoyo, H. Agus Salim, Dr.J. Leimena, Dr. Coatik Len, dan Nasrun.

    2. Delegasi Belanda di wakili oleh R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo (ketua), Mr. H..A.L. Van Vredenburg, Dr.P.J. Koets, dan Mr.Dr.Chr.Soumokil.

    Tokoh Perjanjian Roem-Royen

    indonesia di wakili oleh Mohammad Roem dan belanda diwakili oleh Herman van Roijen



    Tokoh Perjanjian Konferensi Meja Bundar

    Dalam Konferensi Meja Bundar, delegasi dari Indonesia diwakili oleh Mohammad Hatta, Mohammad Roem, dan Prof. Dr. Soepomo. 


    Sedangkan untuk perwakilan dari BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) yang merupakan kumpulan negara federal hasil bentukan Belanda di Indonesia, ialah Sultan Hamid II. 


    Untuk perwakilan delegasi dari Belanda ialah Johannes Henricus van Maarseveen yang menjabat Menteri Seberang Laut (Menteri Urusan Kolonial)



    Contoh Prilaku cinta tanah Air dalam kehidupan sehari-hari

     


    Cinta tanah air merupakan bagian dari bela negara yang hendaknya dimiliki oleh setiap warga indonesia dan diwujutkan dalam bentuk prilaku atau sikap dalam kehidupan sehari-hari.  

    Cinta berasal dari jiwa, cinta tanah air pun demikian. Cinta tanah ier berasal dari kesadaran dan pemahaman mengenai bangsa indonesia sesuai dengan pancasila dan UUD 45 sebagai dasar negera.



    Ada beberapa hal yang perlu dipahami warga indonesia untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air. Beberapa hal tersebut sebagai berikut :

           ·         Pengetahuan tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia

           ·         Potensi sumber daya alam

           ·         Potensi sumber daya manusia, serta

        ·     Posisi geografi yang sangat strategis dan terkenal dengan keindahan alamnya sebagai zamrud khatulistiwa yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia.


    Ada beberapa contoh prilaku cinta tanah air seorang warga negera dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

    1.      Menjaga dan melestarikan Lingkungan Hidup

    2.      Menghargai dan menggunakan karya anak bangsa

    3.      Menggunakan produk dalam negeri

    4.      Menjaga dan memahami seluruh ruang wilayah NKRI

    5.      Menjaga nama baik bangsa dan negara

    6.      Mengenal wilayah tanah air tanpa rasa fanatisme kedaerahan.

     

    Sumber : E-book Bela negera. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten. (download)

    Bela Negara, nilai dasar bela negera dan contoh penerapanya dalam kehidupan.

     

    Bangsa indoensia terikat oleh kewajiban bela negara. Hal ini sesuai dengan UUD pasal 27 ayat 3 yang mengatakan bahwa bela negara adalah hak dan kewajiban warga indonesia. Sehubungan dengan itu, langkah yang paling dasar yang harus kita lakukan adalah memahami apa yang dimaksud dengan bela negara ini.


       

      Pengertian bela negara

      Dari segi pengertian Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Jadi inti dari bela negara itu terdapat pada 4 prasa yaitu 

      1.    sikap dan prilaku

      2.    cinta negara

      3.    kelangsungan hidup bangsa


      sikap dan prilaku adalah bentuk pengamalannya. Cinta negara adalah hal yang melatarbelakangi setiap aksi bela negara. Kelangsungan hidup bangsa adalah alasan kenapa kita harus membela negara.

       

      Setiap aksi bela negara selalu di sertai dengan sikap rasional dengan kesadaran penuh bahwa sahnya setiap tindakan yang dilakukan adalah untuk kelangsungan bangsa dan negera. Bela negara tidak hanya menjadi kewajiban warga indoensia tetapi juga harus disertai dengan kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban untuk bangsa dan negera.


       

      Upaya bela negara

      Segala Sikap dan prilaku, aksi, tindakan bela negara yang benar-benar dilakukan atas dasar terjiwai oleh kecintaan kepada bangsa dan negaranya dan sesuai dengan tuntunan pancasila dan Undang-undang dasar 1945 disebut upaya bela negara. Melaksanan upaya bela negara merupakan kewajiban, menunaikan kewajiban akan mendatangkan rasa kebanggaan.

       

      Nilai-Nilai dasar Bela Negara

      a.    Cinta tanah air

      Rasa cinta bersumber dari hati dan jiwa manusia. Cintah kepada tanah air berarti rasa cinta terhadap bangsa dan negera. Untuk mewujudkan rasa cinta kepada tanah air seseorang perlu mengenal bangsanya secara menyeluruh dan utuh. Untuk itu pengetahuan tentang sejarah indonesia, sumber daya alam dan manusia indonesia, serta posisi geografis indonesia perlu dimiliki oleh seluru warga indoensia sebagai bentuk upaya bela negara.

      b.    Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

      Cinta tanah air harus didukung oleh serangkaian kesadaran dalam berbangsa dan bernegara. Kesadaran berbangsa dan bernegara akan memastikan terjalinnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini penting mengingat bangsa indoensia terdiri dari berbagai suku dan ras. Berbagai ancaman yang dapat menggangu kedaulatan bangsa tidak hanya datang dari luar tetapi juga dari dalam. Oleh karena itu upaya bela negara akan terwujud melalui kesadaran berbangsa dan bernegara yang baik.

      c.    Setia Kepada Pancasila sebagai ideologi negara

      Kemajuan teknologi informasi yang kian pesar seiring zaman membuat semakin cepatnya persebaran kebudayaan seperti budaya dari ideologi barat. Warga indonesia kuat dan akan tetap kokoh dengan ideologi pancasila. Tanpa adanya kestiaan pada ideologi pancasila maka arus budaya asing akan menggerus ideologi bangsa kita. Untuk itu ada bebera pendisiplinan yang harus dilakukan terutama dalam hal etika politik, sistem demokrasi dan taat hukum.

      d.    Rela berkorban untuk bangsa dan negera

      Eksistensi negara indoensia yang merdeka dan berdaulat tak lepas dari para pejuang yang rela berkorban untuk bangsa indonesia. Kendati indonesia saat ini telah merdeka dan memperoleh kedaulatannya tetepi tetap saja banyak faktor-faktor yang bisa mengancam kedaulatan negara baik berupa ancaman, gangguan, Hambatan dan tantangan (AGHT). Untuk itu sikap rela berkorban adalah hal yang menopang kedaulatan bangsa. Untuk membangun sikap rela berkorban untuk bangsa dan negera tiap warga negera perlu memahami beberapa aspek yang meliputi, konsepsi jiwa, semagat juang 45, tanggung jawab etik, moral dan konstitusi, serta sikap mendahulkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.

      e.    Mempunyai kemampuan awal bela negara.

      Bela negara tidak hanya dapat diwujudkan dengan memiliki kemampuan bela diri seperti TNI ataupun POLRI. Tetapi kemampuan bela negara rinci dan spesifik untuk setiap jenis profesi warga indonesia. Sesungguhnya tiap warga negara telah melakukan tindakan bela negara dalam berbagai aspek yakni : aspek demografi, geografi, sumber daya alam dan lingkungan, ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan aspek pertahanan

      keamanan.

      f.     Semangat untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil dan makmur

      Pada dasarnya bangsa Indonesia berjuang untuk merdeka, berdaulat dan berkeadilan, memberantas kemiskinan dan kebodohan serta mendambakan perdamaian dunia yang damai. Salah satu cara utama untuk mewujudkan hal ini adalah dengan semangat bela negara.



      Contoh Prilaku Bela Negara dalam Kehidupan Sehari-hari.



      A.   Cinta tanah air

      1.    Mencintai, menjaga dan melestarikan lingkungan hidup

      2.    Menghargai dan mengunakan karya anak bangsa

      3.    Menggunakan produk dalam negeri

      4.    Menjaga dan memahami seluru ruang wilaya NKRI

      5.    Menjaga nama baik bangsa dan negera

      6.    Mengenal wilayah tanah air tanpa rasa fanatisme kewilayaan


      B.   Kesadaran berbangsa dan bernegara

      1.    Disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan

      2.    Menghargai dan menghormati keanekaragaman suku, agama, ras dan antar golongan

      3.    Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan

      4.    Bangga terhadap bangsa dan negara sendiri

      5.    Rukun dan berjiwa gotong royong dalam masyarakat

      6.    Menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan perundangan yang berlaku


      C.   Setia kepada panca sila

      1.    Menjalankan kewajiban agama dan kepercayaan secara baik dan benar

      2.    Memahami dan mengamalkan nilainilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

      3.    Meyakini Pancasila sebagai dasar negara serta menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara

      4.    Menerapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai musyawarah mufakat

      5.    Menghormati serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia

      6.    Saling membantu dan tolongmenolong antar sesama sesuai nilainilai Luhur Pancasila untuk mencapai kesejahteraan


      D.   Rela berkorban untuk bangsa dan negara

      1.    Rela menolong sesame warga negara masyarakat yang mengalami kesulitan tanpa melihat latar belakang sosio-kulturalnya.

      2.    Mendahulukan kepentingan Bangsa dan Negara dari pada kepentingan probadi dan golongan

      3.    Menyumbangkan tenaga, pikiran kemampuan untuk kepentingan masyarakat, kemajuan bangsa dan negara

      4.    Membela bangsa dan negara sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing

      5.    Berpartisipasi aktif dan peduli dalam pembangunan masyarakat bangsa dan negara

      6.    Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara tanpa pamrih


      E.   Memiliki kemampuan awal bela negera

      1.       Memiliki kemampuan, integritas dan kepercayaan diri yang tinggi dalam membela bangsa dan negara

      2.        Mempunyai kemampuan memahami dan mengidentifikasi bentuk-bentuk ancaman di lingkungan masing-masing sehingga selalu siap tanggap dan lapor dini setiap ada kegiatan yang merugikan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat di lingkungannya masing-masing.

      3.       Senantiasa menjaga kesehatannya sehingga memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik.

      4.       Memiliki kecerdasan emosional dan spiritual serta intelegensi yang tinggi.

      5.       Memiliki pengetahuan tentang kearifan lokal dalam menyikapi setiap ancaman.

      6.       Memiliki kemampuan dalam memberdayakan kekayaan sumber daya alam dan keragaman hayati.


      F.    Semangat mewujudkan negara yang berdaulat adil dan makmur

      1.       Tidak berputus asa ketika menghadapi persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

      2.       Bekerja keras untuk kesejahteraan diri dan masyarakat.

      3.       Memperjuangkan Kedaulatan Rakyat, Keadilan dan Hak Asasi Manusia.

      4.       Mempraktekkan clean and Good Governance dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara

      5.       Menerapkan Jiwa, semangat dan Nilai kejuangan 1945

      6.       Memanfaatkan kearifan lokal untuk kesejahteraan Rakyat 

      Perbedaan ideologi komunis, liberal dan Pancasila


      Sebelum kita masuk ke pokok pembahasan mengenai perbedaan antara ideologi komunis liberal dan Pancasila sebagai ideologi negara Republik Indonesia maka terlebih dahulu kita akan membahas tentang apa Ideologi itu sendiri.

      ideologi berasal dari 2 kata yaitu idea dan logi yang berasal dari kata logos. Ide dapat diartikan sebagai gagasan sementara logos berarti ilmu pengetahuan sehingga ideologi artinya pengetahuan tentang gagasan.  atau secara konveksi kita mengartikan Ideologi sebagai suatu paham yang melandasi atau menjadi dasar suatu bangsa.

      Untuk memahami perbedaan antara ideologi Pancasila komunis dan liberal ada beberapa aspek yang dapat ditinjau yang menjadi pembeda pegas antara ketiga jenis ideologi ini.

      Perbedaan dari Aspek Agama

      kita tahu bahwa agama merupakan  landasan utama yang menjadi dasar dari ideologi Pancasila itu sendiri Karena sila pertama dari Pancasila menegaskan bahwa Indonesia adalah negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.  Pada ideologi Pancasila yang negara kita anut agama merupakan hal yang yang erat kaitannya  dan tak bisa dilepaskan dari pada kehidupan bernegara. 

      Namun hal ini berbeda dengan jenis ideologi lain seperti komunis dan liberal di mana kedua ideologi ini sama-sama  melepaskan agama itu sendiri dari kehidupan bernegara.  bahagia  ideologi komunis dan liberal agama dan pemerintahan merupakan hal yang terpisah,  sehingga negara tidak mencampuri Urusan Agama mau rakyatnya beragama ataupun tidak beragama mereka tidak mencampurinya.  Hal itu didasarkan pada paham mereka bahwa agama merupakan urusan pribadi setiap warga negara sehingga kegaitana beragama mulai dari ketaatan bahkan sampai kepada tindakan propaganda agama tidak dicampuri oleh negara yang menganut sistem komunis dan liberal.

      Beberapa negara yang hingga saat ini masih menganut ideologi komunis adalah antara lain Republik Rakyat Tiongkok,  Laos,  Vietnam, Korea Utara kuba dan Transnitian. 

      Sementara untuk negara-negara yang menganut ideologi liberal adalah antara lain  Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia dan masih banyak lagi.

      Aspek Keberadaan HAM

      Ham atau hak asasi manusia di negara dengan paham ideologi liberal dan khusus untuk negara kita dengan paham ideologi Pancasila merupakan hal yang dijunjung tinggi secara mutlak.  hak asasi manusia merupakan hak yang melekat secara lahir ya sejak seseorang itu lahir sehingga perlu diutamakan.

      namun hal ini berbeda untuk negara-negara dengan paham ideologi komunis di mana hak asasi manusia diabaikan.   ham atau hak asasi manusia ini tidak dipandang secara kolektif atau secara perorangan tetapi HAM yang diakui adalah secara menyeluruh yaitu menyangkut kepentingan negara. 

      Aspek Pengambilan Keputusan, dominasi dan arah Kepentingan.


      Perbedaan  ketiga ideologi ini juga dapatt juga ditinjau dari aspek pengambilan keputusan dominasi dan juga landasan untuk mengambil kepentingan.

      Di negara kita yang menganut ideologi Pancasila pengambilan keputusan didasarkan pada musyawarah dan mufakat yaitu merupakan penjabaran dari pada butir sila ke-4 dari Pancasila.  namun dalam konteks nya musyawarah dan mufakat ini dapat dikembangkan menjadi bentuk pemungutan suara (vote) untuk  keputusan warga tanpa terkecuali seperti seperti  pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Beberapa bulan yang lalu.  di negara kita tidak ada dominasi,  setiap elemen dari negara menyangkut warga negara maupun lembaga lembaga pemerintahan mempunyai tugas masing-masing dengan tujuan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

      negara dengan ideologi komunis seperti misalnya Laos Vietnam dan lain-lain yang disebutkan sebelumnya pengambilan keputusan diambil ataupun diputuskan oleh pemimpin partai dalam hal ini orang-orang yang memegang  kekuasaan. Pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintahan didominasi oleh partai dan tujuan pengambilan keputusan pun didasarkan untuk Kepentingan negara.  dalam negara yang menganut ideologi komunis tidak ada yang namanya oposisi semua oposisi dan hal-hal lain yang kemudian akan menimbulkan perbedaan pendapat dengan negara akan segera di tangan oleh negara.

      yang terakhir untuk negara-negara  yang menganut ideologi liberal masalah pengambilan keputusan diambil oleh pihak yang mendominasi.  jadi pada negara liberal terdapat kelompok-kelompok yang mempunyai dominasi lebih dibandingkan kelompok yang lainnya.  arah pengambilan keputusan juga didasarkan pada kepentingan kelompok yang mendominasi tersebut.  pada ideologi liberal kehadiran oposisi masih diakui dan juga untuk perbedaan pendapat masih diakui juga.

      Kesimpulan 

      berikut kesimpulan mengenai perbedaan ideologi komnusi, liberal dan pancasila


      N0 Pancasila Komunis Liberal
      1 Agama Merupakan bagian dari Idologi Agama dan pemerintahan terpisah Agama dan pemerintahan terpisah
      2 Ham dilindungi HAM diabaikan HAM dijunjung
      3 Keputusan melalui Musyawarah Mufakat keputusan ditangan pemimpin partai keputusan melalui voting
      4 Tidak ada dominasi dominasi partai dominasi pihak mayoritas
      5 Ada pihak Oposisi tidak boleh ada oposisi ada oposisi
      6 Perbedaan pendapat dihargai tidak boleh ada perbedaan pendapat ada perbedaan pendapat
      7 Mengutamakan Kepentingan seluru rakyat mengutamakan kepentingan negara menguatamakan kepentingan mayoritas